TUGAS CERPEN BHS INDONESIA
Th Pelajaran 2012 – 2013
Dipersembahkan oleh :
KURNIAWAN WAHYU PRATAMA
SMA Negeri 4 Kediri | Kelas X-3 |
Absen 23
Dengan judul :
Dengan judul :
“ Malu
Dengan Resletingku “
MALU
DENGAN RESLETINGKU
Karya: Kurniawan W.P
Pagi itu aku sangat terburu-buru karena aku harus segera berangkat ke sekolah dan berada di sekolah tepat pukul 07.00 pagi sedangkan kalau tidak, gerbang sekolah akan di tutup dan aku bisa dihukum membersihkan WC sekolah yang baunya luar biasa menyengat. Ehh sebelumnya perkenalkan namaku Kurniawan, saat itu aku masih berumur 13 tahun dan duduk dibangku SMP.
Hari itu, aku bangun kesiangan, penghuni rumah tak ada yang membangunkanku dan sialnya lagi aku malah bangun pukul 06.30 pagi, semua ini pasti gara-gara semalam aku menonton film horror kesayanganku! Langsung saja setelah aku bangun dari tempat tidurku, aku bergegas ke kamar mandi. Sehabis mandi, ku pakai seragam yang sudah ku setrika tadi malam dan memasukkan buku-buku pelajaran sesuai jadwalnya. Tak sempat ku bereskan kamar tidurku yang berantakkan, aku pun langsung menuju ruang makan yang berada diantara dapur dan ruang tamu. Disana ku jumpai Ayah, Ibu dan adikku yang sedang sarapan bersama.
“ kok ngga ada yang bangunin aku sih? Jadinya kesiangan kan akunya” sambil memasang muka cemberut
“ masa tidur saja harus dibangunkan sih nak? Manja kamu ini”
“ aku kan minta dibangunin masa di bilang manja” jawabku agak kesal
“ ya..sudah jangan di bahas, cepat sarapan nanti perutmu sakit”
jawab
ibu singkat
“ tidak bu, aku mau buru-buru
berangkat sekolah. Aku harus berada disana tepat pukul 07.00 pagi. Nah sekarang
sudah pukul 06.49, aku harus segera bergegas karena kalau tidak,nanti aku bisa
kena hukuman suruh membersihkan WC” sambil menengok ke arloji yang ku pakai
“ ya sudah hati-hati ya?”
“iya, asalamualaikum buk,pak!” sambil mencium tangan ibu dan bapak
“ ya sudah hati-hati ya?”
“iya, asalamualaikum buk,pak!” sambil mencium tangan ibu dan bapak
Jarak
sekolah dari rumahku cukup jauh, jadi aku berangkat naik sepeda motor. Biasanya aku sering
berangkat ke sekolah bersama temanku Candra. Mungkin karena hari ini aku kesiangan
jadi ia berangkat duluan. Setengah jalan perjalananku menuju sekolah, seseorang
memanggilku
“
Waannn...”
Aku pun mengurangi kecepatan motorku
dan menolehkan kepalaku kebelakang. Ternyata Sahrul ,ia teman sekelasku
“ kok tumben berangkat sekolahnya siang? Biasanya kan pagi-pagi sekali kamu sudah ada di sekolah?”tanyanya sambil melanjutkan perjalanan lagi denganku
“ semalaman aku menonton film horror, sih”
“ wah memangnya film horror apa? Sampai-sampai kamu rela tidur sampai larut malam”
“ bangku kosong? Kamu tau kan?”
“ nggak!”
“ ah payah”
“ kok tumben berangkat sekolahnya siang? Biasanya kan pagi-pagi sekali kamu sudah ada di sekolah?”tanyanya sambil melanjutkan perjalanan lagi denganku
“ semalaman aku menonton film horror, sih”
“ wah memangnya film horror apa? Sampai-sampai kamu rela tidur sampai larut malam”
“ bangku kosong? Kamu tau kan?”
“ nggak!”
“ ah payah”
“ ngga juga. Lagian, film horror itu
bukan kelasku”ujarnya dengan sedikit sombong
“ oh iya, kelas mu kan film anak-anak yah? Hahaha..”balasku dengan ledekan
“ ngga juga aye, masa suka sama filmnya anak-anak”
“ wkwkwk”
“ ehh ngomong-ngomong kamu lihat film horror sampai jam berapa sih?”
“ sampai jam 2 pagi. Memangnya kenapa?”
“ pantas saja matamu merah merona bagaikan cabai, haha”
“ wah benarkah?”
“ benar, kalau tidak percaya bercerminlah”
“ ah lagi pula aku hanya begadang malam kemarin saja. Malam ini,esok dan seterusnya aku tak akan begadang lagi” jawabku
“ oh iya, kelas mu kan film anak-anak yah? Hahaha..”balasku dengan ledekan
“ ngga juga aye, masa suka sama filmnya anak-anak”
“ wkwkwk”
“ ehh ngomong-ngomong kamu lihat film horror sampai jam berapa sih?”
“ sampai jam 2 pagi. Memangnya kenapa?”
“ pantas saja matamu merah merona bagaikan cabai, haha”
“ wah benarkah?”
“ benar, kalau tidak percaya bercerminlah”
“ ah lagi pula aku hanya begadang malam kemarin saja. Malam ini,esok dan seterusnya aku tak akan begadang lagi” jawabku
Dalam perjalanan kami terus saja
berbincang-bincang membincarakan banyak hal yang gak jelas, walaupun aku tahu
memang kalau dalam berkendara motor di jalan tidak boleh sambil mengobrol. Kita
sebagai pengendara motor harusnya mematuhi peraturan di jalan raya dengan baik
dan benar. Ya, begitulah yang di ajarkan oleh guruku. Namun, kurang asik
rasanya kalau dalam perjalanan itu tidak ada yang ngajak ngobol, perjalanan
terasa sangat melelahkan. Jangan di tiru ya!!.
Tak terasa akhrinya sampai juga di
gerbang sekolah. Namun motor kami parkirkan di penitipan depan sekolah, itu
yang biasa kami lakukan setiap hari. Ibu guru kesiswaan menyapa kami berdua
“ selamat pagi anak-anakku” sapa Bu Restu
“ pagi juga bu” jawab kami kompak sambil menjabat dan mencium tangan ibu indah, guru yang cantik namun galak itu.
“ selamat pagi anak-anakku” sapa Bu Restu
“ pagi juga bu” jawab kami kompak sambil menjabat dan mencium tangan ibu indah, guru yang cantik namun galak itu.
Setelah
bersalaman, kami pun masuk kedalam. Namun, setelah beberapa langkah melewati Bu
Restu, tiba-tiba Bu Restu memanggilku
“ Kurniawan Wahyu Pratama!!”
“ aku pun berhenti dan membalikkan badanku ke Bu Restu”
“ kemarilah Wan” bingung juga, kenapa harus aku yang di panggil? Padahal aku tak melakukan kesalahan apa pun, atribut lengkap dan bajuku tidak di keluarkan. Tapi dengan gagah berani, aku pun menghampiri Bu Restu yang berdiri tegak seperti pak satpam.
“ iya bu, ada apa memanggil saya, emangnya saya salah apa bu, atribut lengkap, seragam pun benar, mohon maaf lho bu bila saya pernah melakukan kesalahan terhadap Ibu sebelumnya” jelasku dengan panjang lebar
“ apakah resletingmu rusak?”
Mendengar pertanyaan itu, aku pun terkejut.
“hah..? memangnya kenapa bu?” dengan bingung
“ lihatlah resletingmu terbuka”
“ Kurniawan Wahyu Pratama!!”
“ aku pun berhenti dan membalikkan badanku ke Bu Restu”
“ kemarilah Wan” bingung juga, kenapa harus aku yang di panggil? Padahal aku tak melakukan kesalahan apa pun, atribut lengkap dan bajuku tidak di keluarkan. Tapi dengan gagah berani, aku pun menghampiri Bu Restu yang berdiri tegak seperti pak satpam.
“ iya bu, ada apa memanggil saya, emangnya saya salah apa bu, atribut lengkap, seragam pun benar, mohon maaf lho bu bila saya pernah melakukan kesalahan terhadap Ibu sebelumnya” jelasku dengan panjang lebar
“ apakah resletingmu rusak?”
Mendengar pertanyaan itu, aku pun terkejut.
“hah..? memangnya kenapa bu?” dengan bingung
“ lihatlah resletingmu terbuka”
Dengan menahan muka yang sangat
malu, langsung ku naikkan resletingku dan kembali masuk menuju kelas sementara
itu, bu Restu yang melihat resletingku terbuka tertawa dengan kencangnya. Hufft,
tak menyangka guru segalak Bu Restu bisa tertawa dengan sekencang itu, tentu
saja yang bisa membuatnya seperti itu, siapa lagi kalau bukan aku! haha.
Tetapi, untunglah yang tahu hanya aku dan Bu Restu saja. Coba saja kalau
teman-temanku tahu, mungkin kejadian itu akan menjadi bahan ejekan mereka untuk
mengejekku. (end)
Cerpen ini ciptaan Kurniawan Wahyu P
asli kota Kediri, Jatim.
Terima kasih telah mengunjungi blog saya
Follow @Ilham_boedi77
asli kota Kediri, Jatim.
Terima kasih telah mengunjungi blog saya
Follow @Ilham_boedi77
salam dari Ilham Budi Susilo
0 komentar:
Posting Komentar